Samarinda— Upaya memperkuat kualitas demokrasi daerah kembali digelorakan melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-10 yang digelar pada Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 13.00 WITA. Kegiatan ini mengangkat tema “Pemilukada Langsung: Masalah dan Tantangannya” sebagai respon atas dinamika politik lokal menjelang pelaksanaan Pilkada serentak.
Hadir sebagai narasumber, Ir. Addy Suyatno, S.Kom., M.Kom., Ph.D dan Selamat Riadi, S.Pd., S.Sos, dengan Ahmad Barzanie bertindak sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Ir. Addy Suyatno menjelaskan bahwa pelaksanaan Pemilukada langsung merupakan wujud dari partisipasi rakyat dalam menentukan pemimpin daerah. Namun, menurutnya, perlu ada penguatan sistem agar demokrasi lokal tidak hanya menjadi ritual elektoral, tetapi juga mendorong hadirnya pemimpin yang kompeten dan memiliki integritas.
“Pemilukada langsung membuka ruang bagi rakyat untuk menentukan arah pemerintahannya. Tetapi tantangan seperti politik uang, mobilisasi massa, dan informasi yang menyesatkan harus ditangani serius agar demokrasi tidak dicederai,”tegasnya.
Sementara itu, Selamat Riadi menekankan pentingnya pendidikan politik masyarakat. Ia menyampaikan bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih, tetapi juga tentang kesadaran dalam berpartisipasi dan mengawasi jalannya pemerintahan.
“Budaya politik kita harus terus dibangun. Masyarakat perlu memahami bahwa suara mereka adalah amanah, bukan komoditas,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan diskusi mendalam mengenai isu transparansi anggaran kampanye, peran media sosial dalam kontestasi politik, serta tantangan netralitas aparatur pemerintah.
Melalui forum ini, diharapkan tercipta pemahaman publik yang lebih kuat mengenai pentingnya menjaga kualitas Pemilukada langsung sebagai bagian dari pembangunan demokrasi lokal yang sehat dan bermartabat.


